Anggarief

Cerita-Cerita yang Luput Dibicarakan

#30HariMenulisSuratCinta hari ke 9 “sebuah puisi yang kuselipkan disela-sela penantian”

teruntuk kamu, yang bersemayam (terlalu) lama didalam kenanganku.

Disepertiga pagi tadi, aku terbangun kemudian menyadari

Cinta telah pergi, tak kembali

Ini sudah bukan lagi soal menanti

Ini tinggal tentang perasaan yang terseok-seok kedinginan menantikan kematiannya

Pagi ini aku duduk sendiri berselimutkan sepi

Bersama secangkir kecil teh hangat yang menampung tiap-tiap tetes cerita dan tiap bait airmata yang memainkan melodi kehilangan

“kenapa tidak kau bunuh saja perasaan yang mengurung kebahagiaan jauh dari permukaan wajahmu?” tanya cangkir

“dengan cara inilah aku berbahagia, menikmati segala yang tersisa. Luka, duka, tawa dan segala yang menghidupkan “kita””

Jika bukan aku yang menjaga kita tetap hidup, maka tak ada lagi yang bisa

Dari segala yang tersisalah “kita” hidup, entah dalam pigura atau sekedar cerita menyedihkan saja

tertanda,

-A-

Next Post

Previous Post

Leave a Reply

© 2018 Anggarief

Theme by Anders Norén