Anggarief

Cerita-Cerita yang Luput Dibicarakan

#30HariMenulisSuratCinta hari ke 8 “ini tidak lucu, bintang.”

21 januari 2013dear, teman baruku yang super narsis

hai, sudah sudah.. mataku sakit membaca surat yang isinya memuji si penulis itu sendiri. sungguh! kamu benar-benar tidak mengerti rasanya, apa perlu aku tunjukkan bagaimana? baiklah, perhatikan bagian selanjutnya.

kau tidak mengerti bukan, kecantikan seorang malaikat seperti milikku tak akan pernah dimiliki orang lain, termasuk kutukan didalamnya.


ah, aku tidak bisa menuliskannya selancar kamu, bintang. kamu sungguh narsisme sejati! aku salut. dan benar, kamu sedang mempermalukan dirimu sendiri dihadapanku. aku jadi penasaran, seperti apa sih rupa yang kamu banggakan dengan mulut semanis milikmu itu. aduh, aku harus memastikan saat aku melihatmu aku belum makan apapun.

hei, ada apa teman baru? apa kamu sakit? sudah berobat? kita belum juga bertemu, jangan sakit dulu.

buku merah jambu ini ya? ini buku kesayanganku, didalamnya terdapat puisi-puisi yang ditulis oleh mendiang ibuku. beliau meninggal tahun lalu, dokter bilang pembuluh darah di otaknya pecah, beliau sempat dirawat beberapa jam di rumah sakit sebelum akhirnya meninggalkan kami semua.

setiap kali aku membaca puisi-puisi yang beliau tulis, aku selalu merasa dia berada dekat, disampingku untuk memberikan semangat untukku.
 dan bangku taman itu, itu tempat favoritku dan ibuku saat beliau masih hidup dan menuliskan puisi-puisi serta membacakannya untukku.

oia, lalu bagaimana dengan keluargamu? ibumu, ayahmu? orang yang bagaimana mereka? ayolah, segera setelah membaca suratku, balas ya!

salam,
 satu-satunya manusia di dunia ini yang mengakui ke"manis"an mu

senja prameswari

bagian 4

Next Post

Previous Post

Leave a Reply

© 2018 Anggarief

Theme by Anders Norén