Anggarief

Cerita-Cerita yang Luput Dibicarakan

#30hariMenulisSuratCinta hari ke 7 “hahahaha.. begitu ya?”

hahahaha.. begitu ya?

itu ekspresi pertama kali saat membaca suratmu. benar, aku benar-benar tertawa lepas saat membacanya. bukan, bukan karena tulisanmu lucu, namun, baru kali ini aku mengenal seseorang yang se"jujur" kamu.

aku mengerti, aku memang terlalu manis untuk seorang pria yang bukan siapa-siapa. memang. bahkan teh manismu pun akan malu saat berhadapan denganku karena kalah manisnya.

sudahlah, cukup tentang aku. kau tau? aku bukan sedang memuji-muji diriku, hanya sedang mempermalukan diriku didepanmu. hahaha aku tau, saat membaca ini kau sedang tersenyum, benar kan?

senja ya, jadi itu namamu. nama yang sangat indah, cocok dengan wanita seindah kamu. *halah*

jadi, bagaimana? kita sudah berteman bukan?

ah, kau suka buku itu? buku itu memang bagus, aku pun suka. itu buku kesukaanku. sekarang kuberikan kepadamu, teman baruku.

oia, kau tau.. ku pikir kemarin kau tak akan membalas suratku. aku sudah hampir putus asa rasanya. aku benar-benar menunggu. sungguh!

sore ini aku mengamati senja dari balik jendela kamarku. apakah sore ini kamu masih duduk dibangku itu? sambil membaca buku bersampul merah jambu itu? hei, iya.. ceritakan padaku mengenai buku itu.. ayolah.

aku benar-benar penasaran dengan isi buku itu. atau mungkin suatu saat kau bisa pinjamkan padaku, oke? janji sahabat!

maaf aku absen kali ini memandangimu diam-diam. hehehe aku sedang berbaring menggigil didepan perapian, berselimutkan kesepian, sedirian. aku merindukan lukisan Tuhan yang ada kamu didalamnya. sungguh.

cukup, surat ini terlalu panjang. nanti kau tertidur saat membacanya.

salam hangat,

teman barumu yang baik dan manis

bintang

bagian 3

Next Post

Previous Post

Leave a Reply

© 2018 Anggarief

Theme by Anders Norén